Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah dengan Mudah.jpg!d

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah dengan Mudah

Jamur tiram adalah salah satu produk yang cukup diminati di pasaran. Apalagi harganya terbilang cukup lumayan dan mudah untuk dikembangkan. Tidak mengherankan jika cara budidaya jamur tiram di rumah banyak dilakukan oleh masyarakat untuk skala besar atau skala rumahan.

Jamur tiram biasanya bisa dipanen setiap berapa hari sekali. Jamur bisa langsung dijual atau bisa dikonsumsi sendiri. Peluang usaha ini cukup menghasilkan. Apalagi Tidak semua orang tahu bagaimana cara melakukan budidaya. Jika ingin mengetahui budidaya jamur tiram, simak selengkapnya di bawah ini.

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah

Budidaya jamur tiram yang dilakukan di rumah harus memenuhi beberapa syarat. Untuk mengetahui persyaratan dan bagaimana cara melakukan budidaya yang tepat simak selengkapnya di bawah ini.

1. Proses Pemilihan Bibit

Bibit jamur tiram biasanya berada di dalam wadah kaca dan harus disimpan di dalam lemari es terlebih dahulu. Apabila sudah dibuka maka bibi tidak akan bisa digunakan hingga berkali-kali. Itulah kenapa pemilihan bibit harus dilakukan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan sejak awal.

Saat membeli bibit ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah pertumbuhan dari miselium berjalan dengan baik dan tidak ada bagian yang terlihat buruk. Apabila miseliumnya tidak terlalu banyak maka bisa jadi itu kurang maksimal dan tidak cocok untuk dikembangkan.

Selain itu coba cek di bagian botol apakah ada bercak warna lain yang sangat mencurigakan. Apabila ada bercak warna lain bisa jadi bibit itu sudah mengalami kontaminasi dan tidak bisa digunakan lagi. Itulah kenapa pemilihan ini harus dilakukan dengan sempurna.

Sebelum membeli bibit disarankan untuk menyiapkan segala hal dengan sempurna. Dengan begitu pipi tidak akan perlu menunggu terlalu lama sebelum diaplikasikan ke media tanam. Itulah kenapa, para peternak dari jamur tiram sering sekali mengalami kegagalan.

Hal ini terjadi karena mereka tidak memperhatikan sejak awal dan mempersiapkan segalanya dengan tergesa-gesa. Padahal jika dipersiapkan dengan baik tidak akan memicu terjadinya masalah bahkan panen bisa berjalan dengan cepat.

2. Menyiapkan Rumah untuk Jamur

Cara budidaya jamur tiram di rumah selanjutnya adalah dengan menyiapkan rumah atau kumbung yang nantinya digunakan untuk tempat pertumbuhan jamur. Ukuran dari ruangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila untuk skala rumahan maka tidak perlu terlalu besar.

Bangunan terbuat dari anyaman bambu sehingga memudahkan sirkulasi udara untuk keluar masuk. Selain itu di bagian atap juga terbuat dari genteng. Selebihnya tidak perlu hal lain selama proses pemeriksaan jamur bisa dilakukan secara rutin.

Di dalam ruangan akan dibuat rak dengan sistem tumpuk. Antara rak yang bawah dengan yang ada di atasnya biasanya diberi jarak sekitar 40 cm. Dalam satu tingkatan rak biasanya terdiri dari tiga lapis. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses panen.

Antara satu kelompok dengan yang lain juga harus diberi jarak sekitar 40 cm. Dengan cara ini para petani bisa dengan mudah lewat di sela-sela rak untuk melakukan panen atau melakukan perawatan secara rutin.

Siapkan kumbung terlebih dahulu sebelum memulai proses penanaman jamur. Hal ini dilakukan karena jamur tidak akan bisa tumbuh di dalam rumah secara optimal. Mereka membutuhkan tempat tersendiri agar bisa tumbuh dan tidak terganggu oleh banyak orang.

3. Menyiapkan Metan (Media Tanam)

Media tanam dari jamur tiram adalah banglog. Media ini terdiri dari serbuk gergaji, bekatul, dan serbuk kapur. Ketika bahan ini bisa dicampur menjadi satu lalu ditambahkan air. Setelah tercampur dengan merata bisa ditutup terlebih dahulu lalu didiamkan hingga 10 hari.

Proses ini akan membuat seluruh bahan yang ada didalamnya menjadi sedikit lampu. Dengan begitu akan cocok sekali digunakan untuk media tanam jamur yang selama ini dikenal suka sekali dengan kayu atau sesuatu yang lapuk. Selain itu proses pembuatan media tanam juga jadi lebih mudah jika bahannya tidak terlalu keras.

Proses ini seringkali disebut sebagai fermentasi. Media tanam yang awalnya mentah difermentasi agar sesuai dengan kriteria yang disukai oleh jamur tiram. Setelah proses fermentasi selesai maka bisa dimasukkan ke dalam wadah plastik memanjang sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

4. Sterilisasi Baglog

Proses selanjutnya adalah sterilisasi dari media tanam yang sudah dimasukkan kedalam wadah plastik. Sterilisasi bisa dilakukan dengan memberikan penguapan air dengan suhu tinggi sehingga area pada media tanam tidak terdapat bakteri yang bisa menghambat pertumbuhan jamur.

Biasanya proses sterilisasi ini dilakukan dengan menggunakan wadah tong besar yang disambungkan ke beberapa wadah lain. Karena di bagian atas ditutup maka uap air akan mengalir melalui sambungan lalu masuk ke dalam tempat yang sudah diisi dengan media tanam.

Lakukan proses sterilisasi ini selama beberapa menit untuk memastikan jika media tanah benar-benar bersih. Setelah itu bisa dipindahkan ke tempat untuk melakukan proses inokulasi. Lakukan semuanya hingga selesai baru memulai proses penyemaian bibit.

5. Inokulasi Baglog

Proses inokulasi biasanya berjalan selama 24 jam. Selanjutnya media tanam yang sudah steril dan dingin bisa disiapkan untuk proses pemberian bibit lebih lanjut. Biasanya pada hari kedua bisa langsung diberikan bibit.

Pemberian bibit F3 dilakukan dengan metode yang cukup rumit karena membutuhkan proses steril. Botol yang digunakan untuk menyimpan bibit bisa disterilisasi terlebih dahulu. Selanjutnya alat yang digunakan untuk memberikan pipi juga harus di steril agar tidak terkontaminasi bakteri apapun.

Selanjutnya pindahkan bibit dari foto ke media tanam sedikit demi sedikit ke seluruh baglog. Apabila sudah selesai maka media tanam bisa diletakkan di rak dan diberikan sedikit cara agar proses pertumbuhan dari jamur nantinya bisa berjalan dengan baik.

6. Proses Inkubasi

Proses inkubasi biasanya dilakukan selama minggu di dalam ruangan dengan suhu antara 22-28 derajat C. Optimal untuk membuat jamur bisa tumbuh dengan sempurna dan akhirnya dalam beberapa hari bisa langsung dipanen.

Apabila proses inkubasi berjalan dengan baik maka akan muncul jamur di mulut dari media tanam dengan warna putih. Pada awal pertumbuhan biasanya akan berjalan cukup lambat sehingga beberapa orang harus bersabar. Selanjutnya pertumbuhan akan lebih cepat Bahkan dalam beberapa hari bisa dipanen.

7. Panen Jamur

Apabila sudah tumbuh dengan baik maka dalam beberapa hari jamur harus dipanen secara rutin. Jika tidak jamur akan mudah sekali rusak karena jamur tiram tidak akan tahan lebih lama dan harus segera dikonsumsi.

Proses panen harus dilakukan secara rutin dan biasanya dalam 1 hari akan dipanen di satu sisi lalu bergantian yang lain. Hal ini dilakukan agar bisa melakukan panen jamur setiap harinya.

Cara budidaya jamur tiram di rumah seperti yang sudah dibahas di atas ternyata cukup mudah untuk dilakukan. Namun ada banyak hal yang harus diperhatikan dengan baik agar jamur ini bisa tumbuh dengan sempurna. Apabila tidak diperhatikan bisa saja jamur tidak bisa tumbuh sehingga panen tidak bisa terjadi.

Jamur tiram sebenarnya terdiri dari berbagai jenis atau macam. Peternak bisa memilih jamur tiram standar dengan warna putih atau bisa juga memilih jamur dengan warna kecokelatan. Semuanya memiliki cara rawat yang hampir sama dan sangat laku dijual karena memiliki rasa yang enak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *