Tips Pelaporan Pajak Usaha bagi Pemula

Tips Pelaporan Pajak Usaha bagi Pemula

Tips Pelaporan Pajak Usaha bagi Pemula

SPT atau Surat Pemberitahuan Tahunan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pengusaha terkait perpajakan. Baik pribadi atau badan yang bergerak di bidang yang sudah ditentukan oleh negara harus melapor SPT. Nah berikut ini adalah tips pelaporan pajak usaha bagi para pemula.

Tips Pelaporan Pajak Usaha bagi Pemula agar Berhasil

Indonesia membentuk undang-undang tentang Ketentuan Umum Perpajakan. Setiap warga negara atau perusahaan yang memiliki penghasilan maka harus membayar dan melapor pajak secara rutin.

Pribadi atau badan usaha yang berkewajiban membayar pajak adalah yang kegiatan usahanya menghasilkan barang, bergerak di bidang jasa atau barang, impor ekspor atau pemanfaatan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean.

Apabila baru saja merintis bisnis di beberapa bidang yang sudah disebutkan diatas, maka wajib untuk mendaftarkan pajak agar mendapatkan NPWP dan membayarnya secara rutin. Setelah itu, baru melapor SPT setiap satu tahun sekali. Berikut ini tips pelaporan pajak usaha bagi para pemula yang wajib diketahui:

  1. Usahakan untuk Mempersiapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Tips pertama adalah pelaku usaha harus melaporkan setiap dokumen yang dibutuhkan. Pertama adalah NPWP yaitu Nomor Pokok Wajib Pajak yang berbentuk kartu berwarna kuning dan abu-abu.

Tanpa adanya NPWP maka tidak akan bisa melaporkan pajak tahunan. Kedua adalah surat keterangan terdaftar atau yang biasa disebut dengan SKT. SKT ini didapatkan bersamaan dengan NPWP badan.

  1. Masuk ke Situs DJP Online

Kabar baiknya, selama masa pandemi ini, pelaporan pajak bisa dilakukan secara online yaitu melalui situs https://djponline.pajak.go.id.  Pelaku usaha pemula harus memasukkan nomor NPWP yang sudah disiapkan sebelumnya untuk login pada situs.

  1. Melakukan Pengunduhan Formulir 1770

Tips pelaporan pajak usaha tahap ketiga adalah melakukan pengunduhan formulir 1770  dengan cara mengklik “e-form SPT 1770” dan memilih tahun untuk pelaporan SPT. Dokumen tersebut akan secara otomatis terunduh.

Pada waktu yang sama pelaku usaha juga akan mendapatkan kode verifikasi yang dikirim melalui email masing-masing. Jadi pastikan email selalu aktif dan tidak kadaluarsa ya.

  1. Pastikan Menginstall Aplikasi Form Viewer

Sebagai pemula, pasti masih asing dengan aplikasi form viewer, padahal inilah yang dibutuhkan untuk pelaporan SPT tahunan. Buka email masing-masing dan lihat formulir yang sudah dikirimkan, silahkan download viewer kemudian klik windows 24 mb.

Pada tahap ini harus bersabar hingga proses unduh selesai. Lebih baik menggunakan laptop agar lebih leluasa dalam pengisian formulir.

  1. Jangan Lupa untuk Mengisi Dokumen dengan Data yang Sebenarnya

Ketika dokumen e-form sudah berhasil diunduh, maka selanjutnya adalah pengisian data. Perlu diingat, bahwa semua informasi yang dimasukkan harus sesuai dengan sebenarnya. Mulailah dengan mengklik pencatatan dan mengisi sesuai urutan berikut ini:

  • Daftar peredaran bruto selama satu tahun.
  • Mengisi kolom harta, pelaku usaha harus jujur berapa jumlah yang sebenarnya.
  • Mengisi kolom hutang yang masih berjalan atau yang belum lunas.
  • Mengisi susunan daftar anggota keluarga lengkap dengan nama, jenis kelamin, usia dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Melakukan pengisian PPh final. Pelaku usaha harus mengklik kolom PP 23 dan nantinya akan muncul box. Silahkan klik dan mengisi peredaran penjualan bruto setiap bulan sesuai dengan realitas yang sebenarnya. Klik “Ya” agar bisa beralih ke halaman selanjutnya.
  • Pada halaman selanjutnya, maka harus mengisi status kewajiban pajak dengan sebenarnya. Pada bagian B, klik penghasilan tidak kena pajak sesuai dengan kondisi yang ada dan harus mengisi kolom tanggal pembuatan SPT tahunan hari ini.
  1. Perhatikan Pengiriman E-Form

Tips terakhir agar pelaku usaha bisa melaporkan SPT adalah mengklik unggah lampiran semua yang telah diisi tadi. Namun harus ingat, tidak boleh lebih dari 40 mb dan harus berbentuk PDF.

Silahkan periksa inbox di email dan mengcopy paste kode verifikasi yang telah diberikan. Klik submit dan akan muncul pemberitahuan, klik yes dan tunggu beberapa saat hingga muncul kalimat “Submit SPT berhasil”.

Jadi itu dia beberapa tips pelaporan pajak usaha bagi para pemula yang baru saja berurusan dengan pajak. Setelah semua dilakukan dengan urut dan benar maka bukti penerimaan akan dikirimkan melalui email.

Pertanyaannya siapa saja sih pengusaha yang wajib kena pajak dan berapa besarannya? Mari simak pembahasan selanjutnya ya!

Jenis Usaha dan PPh yang Harus Dibayarkan

Alangkah baiknya, sebelum melapor pajak maka harus mengetahui terlebih dahulu apa saja kategori UMKM:

  1. Usaha Kecil

Dikatakan usaha kecil apabila hanya memiliki karyawan kurang dari 5-19 orang dengan aset kekayaan bersih mulai Rp. 50.000.000 hingga Rp. 500.000.000 dan omzet penjualan tahuan sekitar Rp. 300.000.000 hingga Rp. 2.500.000.000.

  1. Usaha Menengah

Dikatakan usaha menengah apabila memiliki karyawan antara 20 hingga 99 orang. kemudian memiliki aset kekayaan bersih mulai dari Rp. 500.000.000 hingga 10 miliar dan omzet penjualan tahunan dari 2,5 miliar hingga 50 miliar.

  1. Usaha Besar

Dikatakan usaha besar apabila memiliki karyawan lebih dari 100 orang dengan aset kekayaan bersih lebih dari 10 miliar serta omzet penjualan tahunan mencapai 50 miliar.

Terkait Surat Keterangan Terdaftar

Nah ketika pertama kali mendaftarkan NPWP maka pelaku usaha akan mendapatkan SKT atau surat keterangan terdaftar. Isinya tentang berapa pajak yang harus dibayarkan, berikut ini penjelasannya:

  1. Pajak Penghasilan (PPh)

  • Pasal 21

Pasal 21 mengatakan bahwa pajak yang dipotong dari pekerjaan atau penghasilan Wajib Pajak atau karyawan perusahaan dengan nama dan bentuk apapun harus dibayar setiap bulan.

  • Pasal 23

Pemungutan pajak dari Wajib Pajak yang sudah pernah melakukan transaksi pembagian keuntungan seperti hadiah, saham, sewa, royalti bunga dan penghasilan lain yang terkait dengan penggunaan aset selain tanah atau bangunan.

  • Pasal 25

Pasal 25 menerangkan tentang angsuran pajak ditetapkan berdasarkan jumlah pajak penghasilan yang terutang, dilihat dari SPT tahunan yang sudah dikurangi dengan PPh terpotong.

  • Pasal 4 ayat 2

Terakhir yaitu pemotongan pajak atas penghasilan yang sudah dipotong dari obligasi, deposito atau simpanan yang dibayarkan oleh koperasi, transaksi saham, undian atau lainnya dilaksanakan sesuai aturan.

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Kalau yang satu ini adalah pemotongan pajak yang terkait dengan transaksi jasa atau barang yang terkena pajak. Nilai PPN ditambahkan dengan harga barang atau jasa yang sudah diperjualbelikan.

  1. PPh Final 50%

Berdasarkan peraturan yang berlaku adalah PPh final merupakan pemotongan pajak terhadap wajib pajak pribadi dan badan yang memiliki penghasilan kurang dari 4,8 miliar setiap tahunnya.

Secara sederhana, pelaporan pajak usaha bagi para pemula pertama adalah mendaftar NPWP, kemudian menghitung omzet bulanan dan menghitung pajak penghasilan. Tidak lupa juga untuk membuat kode billing tagihan pajak, membayar sesuai dengan kode dan melaporkan SPT tahunan.

Satu lagi tips pelaporan pajak usaha yang perlu diingat adalah harus dilakukan sebelum akhir bulan Maret untuk tahun sebelumnya. Batas waktu penyampaian pada tanggal 31 Maret atau bisa juga 3 bulan setelah tahun pajak berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *