Tips Budidaya Talas Beneng.jpeg

Tips Budidaya Talas Beneng

Tips Budidaya Talas Beneng

Budidaya talas beneng adalah salah satu cara untuk mendapatkan untung dalam jumlah yang sangat banyak. Dengan melakukan budidaya ini seseorang bisa menghasilkan benda ratusan juta rupiah dalam satu kali panen. Apalagi talas ini cukup mudah untuk dibudidayakan dan dirawat.

Agar bisa mendapatkan untung yang cukup besar dalam waktu yang singkat. Budidaya talas beneng harus dilakukan dengan tepat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mempersiapkan bibitnya dengan baik. Selanjutnya adalah melakukan perawatan hingga akhirnya mendapatkan panen.

Cara Budidaya Talas Beneng yang Tepat

Membudayakan talas beneng memberikan banyak sekali keuntungan pada para banyak orang. Apalagi saat ini komoditas ini sangat diminati tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Tidak mengherankan jika saat ini komoditas ini layak untuk dikembangkan.

1. Memahami Syarat Tumbuh

Hal yang harus dipersiapkan dengan baik oleh para petani yang akan menanam talas beneng adalah memahami syarat tumbuh dari tumbuhan ini. Dengan memahami syarat tumbuhnya terlebih dahulu maka proses penanaman akan berjalan lancar sejak awal dan akhirnya mendapatkan panen dalam jumlah yang maksimal.

Ada beberapa syarat tumbuh yang harus dipenuhi oleh tanaman talas beneng ini sendiri. Cara tumbuh itu terdiri dari:

  • Bisa tumbuh di berbagai jenis tanah meski sangat disarankan menggunakan tanah yang sedikit berpasir atau tanah aluvial.
  • Kesamaan atau pH yang dimiliki oleh tanah sekitar 5.5-6.5.
  • Ketinggian tanah untuk bisa menanam sekitar 250 sampai 1300 meter di atas permukaan laut.
  • Area itu harus memiliki curah hujan 1.000 mm/tahun.
  • Suhu udara optimal mulai 21-27 derajat Celcius.
  • Mendapatkan cahaya yang cukup banyak meski harus di bawah naungan paling tidak 60%.

Dengan kriteria di atas, talas beneng bisa tumbuh dengan optimal. Bahkan panen bisa menjadi dua kali lipat dengan untung yang sangat besar. Satu hektar lahan bisa menghasilkan hingga 50 juta rupiah laba bersih dan sudah dikurangi dengan biaya sewa lahan sampai biaya kerja sama.

2. Menyiapkan Bibit

Secara umum ada 5 jenis bibit yang didapatkan dan akhirnya bisa ditanam untuk menghasilkan tumbuhan yang lebih besar. Tempat bibit itu terdiri dari.

  • Bibit dari tunas

Anakan dipisahkan terlebih dahulu dari indukan. Setelah itu ditanam tidak jauh dari induk hingga akhirnya menghasilkan umbi terlebih dahulu.

Setelah menghasilkan umbi maka bisa diambil kalau dipindah ke tempat yang lebih luas. Dengan begitu umbi bisa tumbuh secara maksimal dan tidak akan perebutan nutrisi dengan indukannya secara langsung.

  • Bibit dari umbi

Beberapa jenis talas beneng memiliki spesifikasi yang cukup unggul sehingga umbinya bisa langsung digunakan untuk bibit. Umbi yang memiliki kualitas baik ini dipotong-potong lalu diangin-anginkan terlebih dahulu.

Selanjutnya bisa langsung diaplikasikan kepada tanah. Setelah itu bisa diberi air dan juga pupuk agar umbi Ini akhirnya tumbuh tunas. Setelah itu seluruh bagian dari akan menghilang dan berganti dengan umbi baru yang nantinya akan membesar.

  • Bibit dari tanaman bekas panen

Saat melakukan panen biasanya akan ada beberapa bekas tanaman yang yang tidak tumbuh dengan sempurna. Tanaman ini bisa dipindah ke tempat yang lebih baik agar mendapatkan suplai nutrisi dan juga sinar matahari yang sempurna.

Biasanya tanaman ini akan tumbuh dengan baik setelah mendapatkan perawatan yang sempurna. Biasanya para petani akan mencari tanaman bekas panen yang tidak bisa dijual karena memiliki banyak kekurangan.

  • Bibit dari umbi mini

Beberapa umbi yang sudah terlanjur diambil tidak tumbuh dengan sempurna sehingga ukurannya terlalu kecil. Karena tidak akan bisa dijual khususnya untuk komoditas ekspor biasanya akan langsung dipotong atau langsung ditanam sebagai bibit baru.

  • Bibit dari umbi sisa panen

Ipin sisa panen seperti potongan dari beberapa umbi juga bisa dikumpulkan. Selanjutnya langsung disemai untuk merangsang pertumbuhan dari tunas. Biasanya umbi sisa panen ini banyak yang unggul karena berasal dari potongan umbi dengan ukuran yang besar.

3. Mempersiapkan Lahan dengan Baik

Persiapan lahan sebenarnya tidak terlalu rumit. Yang perlu dilakukan oleh petani hanyalah membersihkan semua rumput yang ada di atas tanah. Selanjutnya bagian tanah bisa dikumpulkan terlebih dahulu. Setelah itu dibuat beberapa lubang yang nantinya akan dimasukkan pupuk organik atau pupuk kandang.

Setelah lahan ini selesai di semua titik maka proses selanjutnya adalah melakukan proses penanaman. Usahakan untuk melakukan persiapan lahan di tempat yang tidak terlalu banyak mendapatkan sinar matahari. Artinya masih ada sinar tetapi di bagian atasnya terdapat kanopi atau beberapa pohon yang melindungi.

Dengan begitu lahan akan memenuhi syarat tumbuh sehingga umi ini bisa besar dengan maksimal. Apabila bisa tumbuh dengan maksimal maka hasil panennya agar melimpah dan diminati oleh konsumen dari luar negeri.

4. Proses Penanaman

Setelah proses pemilihan bibit berhasil dilakukan dan mendapatkan banyak sekali tunas baru. Tahap selanjutnya adalah melakukan penanaman dalam bahan yang ukurannya cukup. Suatu lahan dengan ukuran 1 ha bisa ditanami 8.000 hingga 10.000 bibit.

Apabila menggunakan tegakan maka jumlahnya bisa lebih kecil. Namun kualitas dari tanaman yang nantinya dihasilkan bisa lebih maksimal dan jarang mengalami kerusakan. Ini terjadi karena tegakan akan membantu tanaman ini untuk tumbuh ke atas dengan maksimal.

Saat melakukan proses penanaman tunas harus menghadap ke atas. Lubang yang ada di tanah harus memiliki ukuran atau kedalaman sekitar 15 cm. Dengan begitu tunas bisa tumbuh dengan maksimal dan tanaman tidak akan mudah goyah.

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan dengan melakukan proses pemupukan pada tiga bulan pertama. Proses ini dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan umbi. Selain itu perawatan juga dilakukan dengan menyiangi berbagai gulma yang ada disekitar tanaman yang bisa menyerap nutrisi.

Selain itu pada bulan ketiga atau keempat daun tua harus dipangkas dan menyisakan 3 sampai 4 daun muda. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan dari umbi hingga bisa berbobot puluhan kilogram.

6. Proses Panen

Mulai bulan ke-3 dan setiap 1 bulan selanjutnya bisa melakukan panen pada daun. Selanjutnya pada bulan ke-12 bisa langsung melakukan panen pada umbi. Apabila dalam satu hektar terdapat delapan ribu tanaman maka hasil yang didapatkan sekitar 30-80 ton umbi

Belum lagi batang dan juga jauhnya. Jumlah itu akan semakin tinggi sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Setelah panen biasanya umbi ini akan langsung diolah atau dijual untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.

Cara budidaya talas beneng sebenarnya cukup sederhana. Yang perlu dilakukan adalah melakukan proses pembibitan di awal lalu pembesaran. Selanjutnya hanya perlu dipupuk dan dirawat secara rutin agar talas ini menjadi lebih besar dan akhirnya siap untuk dipanen.

Satu hal yang khas dari talas beneng adalah ukurannya yang sangat besar atau raksasa. Bahkan tingginya bisa melebihi tinggi dari seorang pria dewasa. Itulah kenapa dalam satu hektar saja bisa menghasilkan hingga puluhan ton asal dirawat dengan baik dan juga rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *