Cara Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Cara Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Cara Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Kutu air adalah salah satu komoditas yang cukup diunggulkan khususnya dalam dunia aquascape. Itu mah kenapa cara budidaya kutu air dengan daun ketapang banyak dicari. Tapi mereka memiliki banyak peliharaan ikan seperti cupang atau beberapa jenis ikan lainnya.

Selain bisa digunakan untuk kebutuhan sendiri, budidaya kutu air juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Apalagi hewan yang sangat kecil ini cukup mudah untuk dirawat dan bisa berkembang dalam jumlah yang banyak dalam tempo yang singkat.

Cara Budidaya Kutu Air dengan Daun Ketapang

Saat melakukan budidaya kutu air dengan memanfaatkan daun ketapang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Simak selengkapnya di bawah ini.

A. Memahami syarat hidup dari kutu air

Hal pertama yang harus diketahui oleh seseorang sebelum melakukan budidaya kutu air adalah memahami syarat hidup dari hewan ini. Sedikit berbeda dengan hewan lain yang berukuran besar, mikroorganisme ini memiliki beberapa saat sehingga bisa berkembang dengan cepat dan akhirnya mempermudah proses panen.

Berikut beberapa syarat hidup dari kutu air yang harus dipahami atau diketahui oleh semua orang.

  • Menggunakan air yang minim dengan tingkat polusi atau pencemaran khususnya pencemaran kimia.
  • Kesamaan atau pH dari air berada diantara 7-8.
  • Membutuhkan oksigen dalam jumlah banyak sehingga dibutuhkan aerator untuk menyuplai oksigen ke dalam air secara rutin dan optimal.
  • Yang ada di dalam air harus berada di atas nilai 3.5 ppm.
  • Kadar amonia rendah atau di bawah 0,2 mg/L.
  • Suhu air 21-31 derajat Celcius.

B. Mempersiapkan kolam pembesaran

Hal pertama yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk kolam atau wadah budidaya kutu air adalah dengan mempersiapkan phytoplankton. Mikroorganisme ini akan menjadi pakan alami dari kutu air sehingga mereka jadi mudah besar dan akhirnya berkembang biak.

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan merendam beberapa kotoran hewan ternak dengan air. Setelah itu air rendaman dibiarkan agar mengendap di bagian bawah. Setelah itu bagian atas yang lebih bening bisa diambil untuk dijadikan sebagai tempat pertumbuhan phytoplankton.

Proses selanjutnya adalah melakukan proses pemancingan pakan dari kutu air. Biasanya dengan ditambahkan kubis, batang pisang, dan daun ketapang akan mudah muncul dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam waktu 3 hari biasanya tempat sudah cukup baik untuk digunakan melakukan budidaya.

C. Membuat bibit kutu air dengan daun ketapang

Apabila wadahnya sudah siap untuk melakukan proses budidaya kutu air proses selanjutnya adalah membeli bibit kutu air itu sendiri. Peternak bisa membeli bibit kutu air yang sudah memiliki kutu air dalam jumlah banyak.

Pastikan untuk yang mengisi air dan sudah ditambahkan dengan daun ketapang. Sebenarnya daun ketapang ini bukan makanan dari kutu air itu sendiri. Tumbuhan yang biasanya terdapat di sawah ini justru digunakan sebagai tempat tumbuh dari fitoplankton yang menjadi pakan kutu air.

Apabila daun ketapang yang cukup banyak dan akar juga cukup rimbun. Bisa dipastikan jika phytoplankton akan tumbuh dengan sehat sehingga makan dari air ini menjadi melimpah. Selain menggunakan daun ketapang sebenarnya masih bisa menggunakan kubis ataupun batang pisang sebagai.

Setelah itu baru sebarkan kutu air ke dalam air ini. Bisa juga ditambahkan suplemen berupa cairan organik yang bisa meningkatkan jumlah dari phytoplankton. Dengan begitu foto air bisa mendapatkan cukup banyak suplai makanan dan memudahkan mereka melakukan proses perkembangbiakan.

D. Perawatan kolam budidaya

Cara budidaya kutu air dengan daun ketapang selanjutnya adalah perawatan. Proses perawatan kolam harus dilakukan secara rutin setiap beberapa hari atau minggu sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari banyaknya kutu air yang mati akibat keracunan dari kotoran yang banyak mengumpul. Apalagi jika jumlah dari daun ketapang semakin banyak.

Perawatan dilakukan dengan mengganti air secara berkala dan tetap menyisakan kurang dari setengah dari wadah. Selanjutnya air bisa ditambahkan lagi lalu ditambahkan dengan aerator. Dengan begitu suplai oksigen akan tetap terjaga dan proses pertumbuhan dari mikroorganisme semakin cepat.

Beberapa orang sering menambahkan potongan dari batang pisang atau kubis untuk digunakan sebagai tempat berkembangbiak dari fitoplankton. Apabila  menggunakan daun ketapang saja kemungkinan besar tidak akan cukup.

E. Proses perkembangan kutu air

Setelah berusia kurang lebih 4 hari biasanya kutu air bisa beranak. Selanjutnya setiap 2 hari sekali mereka akan terus berkembang biak. Pada usia 29 hari biasanya kutu air akan mati. Inilah yang harus diperhatikan dengan baik oleh para peternak.

Dengan begitu mereka bisa memaksimalkan jumlah dari kutu air yang nantinya akan dihasilkan. Semakin lama proses budi daya maka jumlah dari kutu air akan semakin banyak meski indukan mereka akan mati. Namun, hal ini tidak akan menjadi masalah mengingat proses perkembangbiakannya sangat cepat.

Salah satu indikator apakah kutu air sudah dewasa dan siap dipanen adalah ukurannya. Ukuran dari dewasa sekitar 2,5 mm. Apabila sudah memiliki ukuran seperti ini maka siap dipanen atau bisa juga dipisah-pisah untuk dikembangbiakkan pada wadah yang lain.

Apabila jumlah dari kutu air sudah banyak bisa langsung dipanen atau dibiarkan terlebih dahulu untuk digunakan sendiri. 1 hal yang harus diperhatikan jika dalam satu wadah sudah terlalu banyak kutu air lebih baik dipisah menjadi beberapa wadah dengan begitu pertumbuhannya bisa optimal.

F. Proses panen kutu air

Pada hari kedelapan budidaya biasanya dalam 1 liter air sudah mengandung kurang lebih 1000 kutu air. Artinya jumlah ini sudah cukup optimal untuk dipanen dan bisa langsung dijual ataupun digunakan sendiri.

Apabila ingin melakukan proses panen ada baiknya untuk hanya dipakai sekitar 70% dari apa yang ada di dalam wadah. Sisanya atau sekitar 30% bisa diternakkan lagi untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar.

Dengan melakukan ini maka proses ternak kutu air bisa berjalan secara kontinu. Peternak tidak perlu lagi membeli bibit dari Toko Ikan atau akuarium karena mereka sudah memiliki stok yang cukup banyak.

G. Hal yang harus diperhatikan dalam Budidaya Kutu Air

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seseorang yang ingin melakukan proses budidaya kutu air. Simak selengkapnya di bawah ini.

  • Menggunakan baskom dengan ukuran yang tidak terlalu besar atau kecil untuk memudahkan proses budidaya dan juga perawatan.
  • Penambahan koh ke dalam wadah dianjurkan untuk memakai yang sudah nyaris busuk untuk mempercepat proses menghasilkan pakan fitoplankton. Hari ini sebanding dengan meningkatkan jumlah dari kutu air.
  • Pengisian air tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit untuk menghindari penurunan kualitas.
  • Budidaya disarankan untuk ditutup untuk menghindari adanya nyamuk yang melakukan proses peletakan telur di sana.
  • Perawatan dan pengecekan rutin harus dilakukan agar proses budidaya berjalan dengan baik dan waktu panen bisa segera dilakukan.

Cara budidaya kutu air dengan daun ketapang adalah salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menghasilkan komoditas unggulan. Apalagi harga kutu air juga tergolong lebih tinggi Karena tidak semua orang bisa merawatnya. Terlebih hewan ini sangat kecil dan saling tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Apabila ingin mendapatkan peluang yang besar budidaya hewan ini harus dilakukan dengan baik. Sejak persiapan dari wadah untuk budidaya harus dilakukan secara maksimal. Dengan begitu budidaya tidak akan mengalami masalah  dan hewan kecil ini bisa tumbuh serta berkembang biak secara maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *