Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Kegiatan Usaha BUMS

Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Kegiatan Usaha BUMS

Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Kegiatan Usaha BUMS

BUMS merupakan singkatan dari Badan Usaha Milik Swasta yang permodalannya berasal dari swasta. Organisasinya memang terstruktur dan berorientasi kepada keuntungan. Pada bacaan kali ini akan membahas tentang pengertian, fungsi dan jenis-jenis kegiatan usaha BUMS yang perlu diketahui.

Pengertian BUMS

Sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi maupun jenis-jenis kegiatan usaha BUMS, alangkah baiknya jika dipahami pengertiannya terlebih dahulu. BUMS adalah sebuah badan usaha yang permodalannya tidak dari pemerintah, melainkan dari pihak swasta.

Nah pihak swasta ini dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang bekerjasama dalam hal penanaman modal. BUMS bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu badan usaha swasta dalam negeri dan asing.

Badan usaha swasta di dalam negeri yaitu permodalannya berasal dari masyarakat dalam negeri. Sedangkan BUMS asing permodalannya berasal dari masyarakat luar negeri. Sampai disini bisa dipahami kan? Lalau apa sih fungsi atau peranan dari BUMS ini sendiri?

Fungsi BUMS

Berbicara tentang fungsi BUMS, sebenarnya tidak jauh dari sesuatu yang berkaitan dengan ekonomi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sebagai rekan kerja atau partner pemerintah dalam usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam sebuah negara.
  • Partner atau rekan kerja dalam hal pengelolaan sumber daya.
  • Berfungsi sebagai dinamisator dalam perekonomian masyarakat sebuah negara.
  • Berfungsi untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat baik barang maupun jasa.

Peranaan BUMS

Sedangkan peranan dari BUMS adalah:

  • Mitra atau rekan kerja dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
  • Sebagai penambah produksi nasional.
  • Berperan dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
  • Sebagai penambah kas negara dan pemacu pendapatan nasional.
  • Membantu pemerintah dalam hal pengelolaan kegiatan ekonomi yang belum bisa dijangkau.
  • Membantu pemerintah dalam hal pemerataan pendapatan antara satu daerah dengan yang lainnya.

Jenis-Jenis Kegiatan Usaha BUMS

Setelah memahami pengertian, fungsi dan peranan dari BUMS, selanjutnya adalah memahami apa saja sih jenis-jenis kegiatan usaha BUMS. Namun sebelum itu, ciri yang melekat pada BUMS adalah pemiliknya berhak menjual saham ke bursa efek, melakukan pembagian modal dan keuntungan.

Selain itu hak suara juga disesuaikan dengan berapa persentase kepemilikan saham dalam perusahaan tersebut. Orientasinya sedikit berbeda dengan BUMN yaitu mendapatkan keuntungan secara lebih maksimal. Yuk langsung saja simak beberapa jenisnya di bawah ini:

  1. Perusahaan Perseorangan

Pertama adalah perusahaan perseorangan, sesuai dengan namanya berarti badan usaha yang sepenuhnya dikendalikan atau dipegang oleh pemilik perusahaan secara individu. Pengendalian tersebut mencakup tanggung jawab maupun penyediaan modal.

Dalam artian, semua masyarakat Indonesia secara pribadi boleh mendirikan badan usahanya sendiri tanpa adanya campur tangan dari perusahaan atau pihak lain. Namun bisa dikatakan bahwa perusahaan perseorangan ini memang masih sangat sederhana.

Bahkan tak jarang pula hanya mengandalkan harta kekayaan pribadi. Contoh yang paling sering ditemui di masyarakat adalah usaha laundry, salon kecantikan, jasa travel dan masih banyak lagi yang lainnya.

  1. Firma

Kata firma memang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia yaitu bentuk persekutuan badan usaha dari dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam hal pendirian, pengoperasionalan dan pengembangan sebuah perusahaan.

Mengingat pendiriannya bersama-sama, maka modal usaha juga berasal dari patungan para anggota, sehingga apabila mendapatkan keuntungan, maka dibagi rata terhadap semua yang bertanggung jawab dan memiliki andil dalam perusahaan tersebut.

Nah jenis firma ini bermacam-macam, diantaranya adalah firma dagang, non dagang, umum dan terbatas. Firma juga dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

  • CV (Persekutuan Komanditer)

CV adalah sebuah badan usaha sebagai hasil dari persekutuan antara dua orang atau lebih dengan salah satu pihak memberikan modal kepada yang lainnya. Contohnya adalah percetakan buku, perdagangan bahan-bahan bangunan dan masih banyak lagi.

  • Perseroan Terbatas (PT)

Jenis-jenis kegiatan usaha BUMS kategori firma yang kedua adalah PT yang merupakan hasil dari persekutuan beberapa orang. Semuanya bekerjasama dalam mendirikan sebuah perusahaan yang berbadan hukum. Terkait keuntungannya terbagi sesuai dengan jumlah saham yang ada.

Perbedaan CV dan PT terletak pada saham dan permodalan dalam sebuah perusahaan, walaupun keduanya sama-sama dibangun oleh dua pihak bahkan lebih. Jadi bagaimana, apakah sudah menentukan ingin mendirikan BUMS yang mana?

Jika ditanya lebih baik mana perusahaan perseorangan atau firma? Jawabannya tergantung jenis usaha dan modal yang dimiliki. Apabila berkaitan dengan produk atau jasa yang besar lebih baik bekerjasama dengan orang lain, namun jika masih skala kecil dan bisa dijangkau diri sendiri maka lebih baik membuat perusahaan perseorangan.

Kelebihan dan Kekurangan BUMS

Kelebihan BUMS

Memutuskan untuk membuat BUMS juga harus paham akan kelebihan dan kekurangan sebagai bahan pertimbangan dan antisipasi agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Berikut ini kelebihannya:

  1. Cepat dalam mengambil keputusan, mengingat bahwa pemilik modal mayoritas merangkap sebagai pengelola, Direktur Utama atau Penanggung Jawab.
  2. Turut menyumbang pajak dan kas pemerintah. Apabila BUMS berkembang menjadi besar, maka bisa menyumbang negara untuk kesejahteraan rakyat loh.
  3. Memberikan kontribusi dalam menaikkan PDB (Produk Domestik Bruto) sebuah negara.
  4. Mampu menyediakan barang maupun jasa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan kurang bisa dijangkau oleh pemerintah.
  5. Cepat dalam mendapatkan modal karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pengelola merangkap sebagai pemilik.
  6. Mampu menampung tenaga kerja yang banyak, sehingga mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.

Kekuranganan BUMS

Lalu apa kekurangannya? Ini dia:

  1. Terlalu berorientasi kepada keuntungan sehingga terkadang tidak memperhatikan lingkungan yang ada di sekitar, menimbulkan polusi udara, air dan lainnya. Tak heran jika di beberapa daerah ada BUMS yang justru keberadaannya tidak didukung oleh warga.
  2. Sering mengalami kesulitan dalam hal pinjaman karena bank atau pihak lain membutuhkan analisis secara mendalam dan detail apakah sebuah BUMS bisa dipercaya. Kecuali jika bergerak di bidang yang krusial dan sangat dibutuhkan masyarakat, mungkin pinjaman atau bantuan modal lebih mudah didapatkan.
  3. Sering terjadi selisih pendapat antara buruh dengan manajemen perusahaan, baik itu karena kebijakan yang diterapkan atau lainnya.
  4. Memicu munculnya persaingan yang tidak sehat antara satu pengusaha dengan lainnya.
  5. Apabila penanam modal berasal dari luar negeri maka mengalirnya juga ke devisa luar negeri.

Jadi itu dia pengertian BUMS yang merupakan sebuah perusahaan dengan permodalan berasal dari swasta (bukan pemerintah). Fungsinya adalah sebagai partner pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, memenuhi kebutuhan yang tidak bisa dijangkau oleh pemerintah.

Sedangkan perannya adalah bisa meratakan pendapatan dan pendongkrak perekonomian nasional. Jenis-jenis kegiatan usaha BUMS ada dua, pertama yaitu pengusaha perseorangan dan yang kedua adalah firma yang dilakukan secara berkelompok.

Firma dibagi menjadi dua yaitu CV dan PT yang dibedakan berdasarkan kepemilikan modal dan sahamnya. BUMS juga tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan, jadi harus dipikir matang-matang terlebih dahulu.

Bagaimana apakah pengertian, fungsi, peran, jenis-jenis kegiatan usaha BUMS lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya di atas sudah cukup untuk jadi pertimbangan? Silahkan tentukan pilihan apakah ingin mendirikan perusahaan perseorangan atau firma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *